Baju batik Pekalongan merupakan salah satu baju batik yang paling populer diantara jenis yang lain. Bahkan diyakini Pekalongan adalah kota asal batik Indonesia, namun tentu saja hal itu bukan hal yang mutlak setelah banyak fakta yang membuktikan bahwa batik bukan hanya ada di tanah Jawa. Corak asal Pekalongan inilah yang sempat heboh karena dibajak hak ciptanya oleh salah satu negara tetangga kita. Baju batik Pekalongan dengan berbagai macam coraknya yang asli dapat dilihat di Museum Batik yang ada di Kota Pekalongan.
Baju batik Pekalongan memiliki corak bertemakan pesisiran yang merupakan citra dari Kota Pekalongan. Jika di Museum Batik terdapat berbagai macam corak asli, maka pasar grosir Sentono adalah gudangnya model-model baju batik Pekalongan. Hampir semua penjual disana merangkap sebagai produsen, dalam aryi mereka memiliki pabrik kain batik dengan corak dan kelebihan masing-masing.
Pada tahun 2007, industri baju batik Pekalongan kembali menggeliat dikarenakan oleh adanya pembajakan hak cipta oleh negara tetangga yang memicu bangkitnya nasionalisme para pemuda. Demikian juga pemerintah menjadi kembali peduli pada industri batik dan mulai menerapkan aturan penggunaan baju batik Pekalongan sebagai busana resmi nasional pada hari-hari tertentu. Persaingan kembali meningkat dan model-model baju batik Pekalongan pun terus di kembangkan. Para pemuda yang mulai menyukai memakai batik di setiap kesempatan memberikan peluang yang sangat luas bagi para pengrajin batik untuk mengembangkan usahanya.
Bagi anda penggemar batik, mungkin belum mengetahui cara untuk membedakan baju batik Pekalongan dengan baju batik dari Solo dan Jogja. Ciri corak batik Pekalongan adalah kaya warna dengan ragam hias yang naturalis. Batik Pekalongan termasuk pada batik pesisir yang artinya adalah coraknya bebas dan menarik, tidak terlalu kaku mengikkuti kaidah tertentu, bahkan dipengaruhi oleh gaya dari negara asing, dalam hal ini adalah negara Cina. Satu keistimewaan baju batik Pekalongan adalah bahwa para pengrajinnya selalu fleksibel dalam mengikuti perkembangan jaman. Misalnya ketika jaman penjajahan Jepang mereka menciptakan satu corak batik dengan nama “Batik Jawa Hokokai” dan ketika awal pemerintahan Presiden SBY, tercipta corak baju batik Pekalongan dengan nama “SBY” yang mirip dengan motif tenun songket.